Minggu, 07 Juli 2013

Gangguan beberapa garis blangking pada bagian atas layar

Wednesday, December 28, 2011

Gangguan beberapa garis blangking pada bagian atas layar



KASUS :
Gangguan beberapa garis blangking pada bagian atas layar. Gangguan ini akan nampak lebih jelas jika pesawat pada posisi AV tanpa gambar.

1. Pada umumnya disebabkan karena tegangan vertikal pump-up drops.
clip_image002[7] Contoh sirkit vertikal pump-up yang terdiri dari elko C304 dan diode D301

2. Pada pesawat yang pernah mengalamai modifikasi, hal ini dapat disebabkan karena :
  • Def yoke pernah diganti dengan impedansi (ohm) yang lebih tinggi
  • Mesin diganti dengan mesin China.

SOLUSI :
Untuk masalah no.1.
Ganti elko pump-up. Sirkit Pump-up berfungsi menyediakan tegangan suply sebesar 2x tegangan Vcc (atau sekitar 50v) untuk penguat vertikal-achir.  Jika elko kering maka menyebabkan tegangan 50v ini tidak tercapai. Akibatnya vertikal blangking menjadi tidak sempurna.
clip_image002[9] Bentuk sinyal tegangan defleksi vertikal-out yang normal. Tegangan pump-up sekitar 50v diperlukan untuk bagian sinyal yang levelnya paling tinggi seperti terlihat pada gambar

Untuk masalah yang no.2,
Cara pengatasannya adalah dengan merubah-rubah seting nilai data adjustment V. Lin, V.Center dan V.SC yang kadang harus mengorbankan linearitas. Hasilnya gambar kalau diamati dengan seksama menjadi sedikit cacat vertikal linear.
 
 
***************************

Sirkit protek Sharp 29” dengan ic program IX3422


Sirkit protek “hard ware” Sharp 29” dengan ic program IX-3422
  • Pin-protek input ic program adalah pin-9.
  • Normal ada tegangan 2v
clip_image002
  • Semua sampling protek dilewatkan basis Tr Q1009 dan R1062 seperti gambar samping.
  • R560 dihubungkan ke Vcc 5v.
  • Kolektor dihubungkan ke pin-9 protek input.
clip_image004
  • Sampling protek.1 - tegangan 9v dari regulator IC602 disampling melalui  D605
clip_image006
  • Sampling protek.2 - tegangan 5v regulator IC600 disampling melalui diode D602
  • Sampling protek.3 - tegangan 9v regulator IC60 disampling melalui D603
clip_image008
  • Sampling protek.4 - X-ray protektor disampling melalui Tr Q1604.
  • D1621 dihubungkan ke pin-Heater. Jika zener D1621 tembus akan menyebabkan protek.
  • Normal tegangan basis Q1604 adalah nol


clip_image010
  • Sampling protek.5 -Tegangan suply vcc 25v ke IC audio amplifier dari D751 tranfo switching.
  • disampling melalui diode D755

clip_image012
  • Sampling protek.6 - tegangan B+120v disampling melalui diode D1755
clip_image014
 
Blinking code
Kecuali sistim protek hard-ware seperti diatas, model ini juga diperlengkapi dengan “soft-ware” protek. Dimana kalau ada problem akan menyebabkan lampu led merah kedip-kedip. Banyaknya kedip yang berulang menunjukkan bagian mana yang bermasalah.

JUMLAH KEDIP
  BAGIAN YANG RUSAK ATAU PROBLEM
2x
  Data korup atau Eeprom rusak
3x
  TV prosesor (vertikal/horisontal osilator, video, chroma)
5x
  Bagian prosesor suara seperti AN5891, MSP34xx
6x
  Tuner PLL
 
*******************

Sharp 29” mati protek dan led merah kedip 5x


KASUS :
  • Sharp 29” dengan program IX-3422 dan chroma IX-3396 model 29UF200
  • Problem pesawat dapat menyala dengan raster noise kurang lebih beberapa detik, kemudian mati protek dan led merah kedip 5x secara berulang. Mau coba auto-search keburu mati.
 
TINDAKAN :
  • Pertama kami menyangka problem protek disebabkan disebabkan karena “hard-ware” ada yang bermasalah.
  • Dilacak semua sirkit protek tidak ada yang bermasalah. Bahkan sirkit protek ke mikrokontrol dilumpuhkan tetap saja protek.
  • Setelah membaca beberapa koleksi service manual Sharp yang kami miliki, ternyata kedip 5x dapat menunjukkan bahwa protek disebabkan karena “soft-ware” protek, dimana komunikasi antara mikrokontrol dengan ic lainnya ada masalah. Kedip 5x menunjukkan bahwa ada masalah pada sirkit bagian pemroses suara (gambar dibawah).
  • Maka kecurigaan kami jatuh pada ic kontrol volume, bass, trebel AN5189K. Cek jalur SDA/SCL pada ic tersebut tidak diketemukan masalah.....jadi kemungkinan ic rusak.
  • Untuk memastikan problem pada ic tersebut, maka kami coba lewat AV-in. Ternyata suara tidak ada, walau volume sudah dibuka penuh.......jadi tambah jakin kalau ic problem !!!
clip_image002
 
SOLUSI :
  • Coba cari ke service resmi Sharp dan Polytron. Keduanya sudah tidak memiliki lagi (discontinue)........wah berabe nih......
  • Coba cari on line ke Ebay......ada harganya $15 tambah ongkos kirim $5...... wuih... mahalnya....belum nanti ditambah bea masuk ????
  • Coba kontak akang DEDE (digitalmas.blogspot.com). Alhamdullilah dapat mencarikan part tersebut (.......malah dikasih gratis pulsa......trims akang Dede......lain kali minta tolong lagi....jangan kapok ya......bagus rencananya untuk buka toko on-line yang akan menyediakan part-part yang sulit dicari........saya dukung sepenuhnya).
  • Setelah part datang langsung pasang dan...........pesawat langsung OK.
 
Kamus :
  • NVM (non volatile memory) = Eeprom (electrical eraseable programable read only memory)

*******************************

Mengatasi kerusakan Raster gelap


KASUS :
  • Raster gelap
  • Heater dicek nampak menyala (ada tegangan heater)
  • Karena ada tegangan heater berarti flyback bekerja.
Coba naikkan tegangan screen – kalau muncul raster blangking maka berarti problem RASTER BLANK – kalau muncul satu garis berarti PROBLEM VERTIKAL
 
Kalau tetap saja GELAP
SOLUSI :
  • Cek tegangan screen
  • (1) Jika tegangan screen tidak ada – coba lepas pcb CRT soket dari tabung gambar – kemudian cek tegangan screen pada pcb – kalau kemudian ternyata ada – berarti CRT rusak – cek dengan ohm meter posisi x1K......biasanya antara pin-G1 dengan pin-G2 short atau ada kebocoran hubungan. Hal ini paling sering dijumpai pada CRT jenis flat yang bukan slim. Kerusakan CRT semacam ini umumnya masih dapat diperbaiki.
  • (2) Lepas CRT soket tetap tidak ada tegangan screen – coba lepas kapasitor filter tegangan screen – mungkin kapasitor short
  • (3) Kapasitor filter screen dilepas tetap tidak ada tegangan – flyback rusak pada bagian VR screen (tidak dapat diperbaiki)
  • (4) Tegangan screen normal tetapi tetap gelap – CRT rusak atau emisi habis (....tamat riwayat) – atau ada kemungkinan flyback rusak pada bagian diode tegangan tinggi (coba dibuang kop anode tidak menyimpan  tegangan tinggi)
 
********************

Cara kerja sistim protek Polytron


Hampi semua sistim protek Polytron hanya menggunakan sampling protek dari pulsa Vertikal. Artinya jika bagian vertikal tidak kerja, maka akan menyebabkan pesawat mati protek.
 
Problem mati protek dapat disebabkan antara lain karena :
  • Vertikal tidak mendapat suply Vcc
  • IC vertikal-out rusak
  • Flyback tidak kerja, sebab suply Vcc ic vertikal-out berasal dari flyback.
  • Kerusakan pada sirkit protektor itu sendiri (vertikal-out teteap bekerja normal)
 
Cara kerja sirkit protektor
  • Pulsa-pulsa dari vertikal pump-up (vertikal flyback) dikopel melalui sebuah elko 1uF (contoh gambar C409) dan dihubunghkan ke sebuah diode (contoh gambar D402)
  • Diode berfungsi sebagai penyearah pulsa-pulsa vertikal sehingga diperoleh tegangan sekitar 5v (contoh gambar pada elko C515)..
  • Tegangan 5v ini diumpankan ke pin-PROTEK ic mikrokontrol. Jadi normal pin-protek harus ada tegangan 5v · Misalnya bagian vertikal tidak kerja, maka pulsa-pulsa vertikal akan menghilang, sehingga akan mengakibatkan tidak ada tegangan 5v pada pin-protek mikrokontrol
clip_image002
 
Kerusakan pada sirkit protektor sendiri yang menyebabkan mati protek :
  • Sering terjadi bagian vertikal-out bekerja normal.
  • Tetapi elko kopel 1uF pada sirkit protektor kering.
  • Hal ini mengakibatkan diode tidak mendapat pulsa-pulsa vertikal.
  • Dan pin-protek mikrokontrol tidak mendapat tegangan 5v
 
Pin-PROTEK :
  • Jika menggunakan UOC (ic tunggal) pin protek adalah pin-42
  • Jika menggunakan ic mikrokontrol dan jungel  maka pin protek adalah pin-60
 
********************

Saturday, December 24, 2011

Gejala gambar jika elko besar rusak (kering)


Yang dimaksud elko besar disini adalah elko pada bagian primer switching regulator yang biasanya mempunyai tegangan kerja 350 sampai 450v dengan nilai 100uF hingga 330uF (tergantung dari ukuran layar CRT)
Gejala yang muncul tidak selalu sama pada model yang berbeda. Dibawah ini adalah catatan pengalaman kami dalam masalah tersebut.
  • Tergangan terukur pada kaki elko drops. Normal tegangan adalah sekitar 300v kurang sedikit jika dipasang pada listrik ac 220v (rumus tegangan dc pada elko adalah = 1.4 x tegangan ac input)
  • Raster menciut kotak
  • Gambar meliuk-liuk atau bergelombang arah kanan-kiri yang seperti berjalan dari bawah keatas
  • Bambar ada gangguan garis horisontal berjalan dari bawah keatas layar
  • Gambar ada gangguan sejumlah garis-garis horisontal tidak bearaturan pada bagian tengah layar disertai gangguan suara gemuruh dari speaker
  • Saat stand-by tegangan B+ normal, pada saat power-on tegangan drops
 
*********************

Sharp dgn TDA9381(IX3368) dan SE115 lampu led kedip hijau-merah


KASUS :
  • Sharp dengan TDA9381 (IX3368) dan SE115
  • Begitu di hidupkan lampu led langsung nyala kedip-kedip hijau-merah bergantian terus menerus secara cepat.
 
PEMERIKSAAN :
  • Cek pin-1 kontrol POWER 0n-off.....tegangan naik-turun atau hidup-mati
  • Cek tegangan B+ sepertinya mau hidup terus mati lagi secara berulang.
  • Coba lumpuhkan sistim protek dengan melepas jumper J223.......masalah tetap saja
  • Coba lepas Tr Horisontal....led nyala hijau agak lama....kemudian berubah menjadi merah .....dan tidak kedip-kedip lagi......dan tegangan
  • Pada waktu led nyala hijau dicek tegangan B+ normal 115v
 
SOLUSI :
  • Ganti flyback
 
*********************

Polytron dgn TDA8360/61/62 vertikal menyempit atas-bawah


KASUS :
  • Polytron (model lama) menggunakan TDA8360/61/62.
  • Kasus yang sama sudah beberapa kali kami pada model yang berbeda
  • Vertikal menyempit atas-bawah.
  • Di cek bagian vertikal-out OK.
 
SOLUSI :
  • Cek resistor pada pin-42 V.Ramp
  • Ada 2 buah resistor yang dipasang serial yang dihubungkan ke tegangan 33v yang “nilainya molor”.
  • Nilai resistor umumnya ratusan Kilo atau Mega dengan nomor lokasi R401 dan R402.
  • Lokasi kedua resistor ini kadang jauh dari TDA, sehingga perlu kejelian untuk mencarinya.

image
 
*****************

Penyebab tegangan B+ drops

 
A. Posisi st-by sudah drops :
  • Elko B+ kering
  • Salah adjustment
  • Diode zener untuk tegangan reference pada bagian sekunder sirkit power suply short
AWAS - Hati-2 :
  • Beberapa model teve tegangan B+ memang dibuat sangat kecil saat st-by
  • Tegangan B+ baru akan ke kondisi normal jika pesawat sudah di “POWER ON”.
  • Sering kami jumpai teknisi pemula yang kurang memahami hal ini, sehingga menyangka bagian power suply yang rusak
 
B. Posisi st-by tegangan B+ normal, tetapi saat “power on” tegangan langsung drops :
  • Flyback rusak
  • Def yoke rusak (terbakar). Jika def yoke dilepas maka tegangan akan normal
  • Elko besar pada bagian primer power suply kering. Normal tegangan pada elko ini sekitar 300v. Kalau kering menyebabkan tegangan drops kurang dari 250v
  • Kalau power suply menggunakan IC STR, kadang disebabkan IC sudah akan rusak
 
C. Trik untuk membedakan penyebab tegangan B drops.
  • Tegangan B+ drops dapat disebabkan karena “kerusakan bagian power suply” atau “problem bagian horisontal”
  • Untuk memastikan penyebabnya, maka sediakan lampu dop 100w dan beri tambahan kabel sekitar 15cm pada kedua ujungnya
  • Lepas transistor horisontal-out
  • Pasang lampu dop pada jalur B+ dengan ground
  • Hidupkan pesawat.
  • Kalau tegangan B+ normal – berarti problem pada bagian horisontal
  • Kalau tegangan B+ drops – berarti problem pada bagian power suply
  

Kode kedip (blingking code) teve Sharp


KASUS
  • Teve Sharp model-model baru, terutama pada model layar besar.
  • Pesawat mati protek setelah sempat hidup sekitar 1 menit
  • Kemudian lampu led merah akan berkedip-kedip.
Banyaknya kedip (blingking code) yang berulang dapat menunjukkan bagian mana yang rusak. Berdasarkan pengalaman yang pernah kami jumpai dan info dari Sharp service manual, kode kedip tersebut adalah sebagai berikut

JUMLAH KEDIP
  BAGIAN YANG RUSAK ATAU PROBLEM
2x
  Data korup atau Eeprom rusak
3x
  Bagian prosesor vertikal/horisontal osilator, video, chroma
5x
  Bagian prosesor suara seperti AN5891, MSP34xx
6x
  Tuner PLL
 
Misalnya teve kedip 3x, maka kemungkinan kerusakan adalah :
  • IC jungel atau tv prosesor tidak mendapat tegangan suply Vcc
  • Jalur data komunikasi SDA/SCL dengan mikrokontrol ada yang putus atau ada part yang menyebabkan short
  • IC jungel rusak.
 

Vertikal satu garis – lama-lama normal


(pertanyaan dari Arief Kurniawan elconora@yahoo.co.id)

KASUS :
INTEL IMAGINE Model IC2027 menggunakan TA8659AN, GS8034-03C/M 34300-320SP dan LA 7830.
  • Kerusakan satu garis, suara normal.
  • Pertama begitu tv di on kan di layar hanya ada garis, selanjutnya begitu panas gambar semakin melebar dan lama kelamaan gambar terbuka sempurna (normal).
  • IC vertikal, ic chroma sudah diganti, juga semua elco vert juga sudah di ganti...resistor & diode di cek normal semua.
  • Tegangan pada out vert waktu garis garis (0v) terus semakin panas berayun mendekati 13v (normal) .. dan selanjutnya tv menyala dg normal.
Kira2 bagian mana yang rusak/perlu di cek lagi?
 
Jawab :
  • Cek nilai komponen pada pin-31 (V ramp filter) dan cek nilai komponen dari pin-32 ke bagian vert-out
 
SOLUSI
  • Sesuai saran bapak sudah saya cek komponen sekitar pin 31 dan 32,
  • Permasalahan terpecahkan setelah saya urut dari pin tsb, ternyata kerusakan ada pada Swith service (kalau dingin ada resistensi antar pin nya).
  • Switch service saya cabut (buang) dan dijumper langsung.
  • Gambar langsung normal
  

Catatan pengalaman dengan transistor Horisontal


Ini adalah catatan beberapa pengalaman kami tentang transistor horisontal
Pengalaman.1
Awas transistor tipe C6090 banyak yang palsu !!!
Pengalaman kami dan juga cerita rekan teknisi - kadang ketemu transistor C6090 (1500v/10A) yang dijual palsu, sehingga kalau dipasang cepat panas dan lama-kelamaan akan rusak (umumnya tidak sampai satu hari)
Oleh karena itu kalau mengganti transistor jenis ini - sebaiknya beli di perwakilan service resmi. Kalau beli ditoko luaran yang harganya murah, maka ada kemungkinan palsu.
Dapat diganti dengan tipe lain, misalnya C5296 (1500v/8A) yang mudah diperoleh dipasaran yang bentuk kaki-kakinya tekuk-an, tetapi karena bodinya besar maka perlu sedikit modifikasi cara pemasangannya.
 
Pengalaman.2
Kami pernah mendapat kiriman main-pcb dari suatu bengkel dengan keluhan transistor HOT dan flyback panas, tetapi gambar normal.
Ketika kami coba memang gambar bagus.
Tetapi begitu kami amati pada flyback………….ini gila…….bener !!!
Disitu menempel ada tambahan resistor semen yang digunakan untuk mengurangi angkatan listrik ketika pesawat dihidupkan (agar listrik tidak jeglek).
Caranya pasang itu yang kami katakan….gila…
Resistor dipasang dengan cara diikat dengan seutas kawat terbuka (kawat jemuran kali…) yang dililitkan pada inti ferit flyback. Lha ….ini kan sama saja flyback seperti dishortkan.
 
Pengalaman.3
Kami pernah mendapat problem dimana transistor HOT tidak tahan bekerja terlalu lama. Transistor cepat menjadi panas dan sebelum rusak akan terdengan bunyi "ngencrit " dahulu dan gambar rusak.
  • Ternyata problem disebabkan karena resistor pada jalur suply tegangan Hvcc ic jungel pernah diganti dengan nilai yang lebih kecil.
  • Hal ini menyebabkan tegangan H.vcc naik over, dan pulsa osilator horisontal bertambah level tegangannya
  • Transistor HOT menjadi “over-drive”
  • Jika transistor over-drive, maka storage time akan lebih lama. Periode “on” transistor akan molor lebih lama. Akibatnya transistor horisontal jadi lebih panas.
 
Pengalaman.4
Ini adalah kebalikan dari pengalaman.3 yaitu under-drive. Kami mendapat problem saat teve dihidupkan pertama kali bagus. Tetapi beberapa menit kemudian gambar melipat pada bagian tengah layar (ada garis putih tegak lurus ditengah layar) dan kemudian horisontal langsung tidak kerja (raster mati). Ketika dipegang tarnsistor HOT sangat panas
  • Analisa kami problem disebabkan transistor HOT under-drive.
  • Kami coba mengecilkan nilai resistor yang terdapat pada suply Vcc horisontal-drive dari 3.3k menjadi 2.2k.
  • Dan ternyata hal ini membuahkan hasil
 
Pengalaman.5
Mencegah transistor HOT rusak saat repair
Saat melakukan repair mungkin “makan korban” beberapa buah transistor horisontal, karena belum menemukan penyebab kerusakan. Untuk mencegah hal seperti ini terjadi maka kami melakukan cara sebagai berikut :
  • Sediakan 3 buah resistor-semen 10 ohm/20watt yang disambung secara seri.
  • Resistor dipasang antara pin flyback dan kolektor transistor horisontal (tentu saja setelah jalur printednya diputus)
  • Jika transistor masih panas atau ada gangguan ngencrit misalnya, berarti problem belum ketemu.
  • Jika panas sudah berkurang, maka resistor dapat dikurangi satu demi satu secara bertahap sambil diperiksa apakah sudah tidak ada masalah lagi.
 
Pengalaman.6
Transistor HOT diganti langsung jebol dapat disebabkan karena flyback rusak (short pada kumparan parimer). Untuk memastikan apakah flyback rusak atau tidak, maka kami lakukan cara sebagai berikut :
  • Sediakan lampu dop 100w/220v
  • Kedua ujungnya diberi sambungan kabel masing2 sekitar 20cm
  • Putus jalur antara flyback dengan kolektor transistor HOT
  • Pasang lampu antara flyback dengan transistor HOT.
  • Hidupkan pesawat.
  • Ukur tegangan heater pada flyback.
  • Jika ada tegangan kecil (sekitar 0.5 samapi 1v ac) berarti flyback OK
  • Jika tidak ada tegangan sama sekali, berarti flyback rusak.
 
Pengalaman.7
  • Mengganti trasistor HOT dengan tipe lain kadang mengakibatkan tranasistor menjadi panas.
  • Untuk mengatasi transistor hot panas adalah tidak benar “ bahwa mengganti dengan transistor yang mempunyai A (ampere) yang lebih besar dapat menyelesaikan masalah” karena kadang menyebabkan under-drive.
  • Yang benar adalah dengan mengganti dengan transistor “yang mempunyai karakteristik yang mendekati”. Yaitu dengan melihat karakteristik faktor penguatan dan arus (A) maksimum.
  • Trasistor HOT dengan ampere (A) besar cenderung mempunyai faktor penguatan yang lebih kecil.
 
  

Breathing dan Blooming


  • Sebagai penyearah tegangan tinggi HV didalam flyback digunakan sederetan diode yang diseri, sehingga mengakibatkan mempunyai resistansi internal yang relatip tinggi. Perubahan arus yang kecil dapat mengakibatkan tegangan tinggi drops.
  • Tegangan tinggi drops akan menyebabkan sinar elektron kecepatannya menurun dan lebih mudah dibengkokkan oleh def yoke, sehingga akibatnya raster akan mengembang arah horisontal dan vertikal (istilahnya blooming....).
  • Akibatnya jika kontras atau britnes gambar berubah-ubah dapat menimbulan gangguan raster “kembang-kempis” (istilahnya breathing.....).
  • Pada TV yang sederhana untuk mengkoreksi cacat breathing biasanya dipasang sebuah resistor 1 hingga 3 ohm 2 watt pada jalur B+ . Jika kontras atau britnes gambar bertambah akibatnya arus B+ akan bertambah dan mengakibatkan tegangan drops pada resistor bertambah besar (tegangan drops V = I x R). Akibatnya tegangan ke horisontal output akan drops dan defleksi horisontal juga drops sehingga raster tidak jadi “mengembang’ (istilahnya blooming...).
  • TV layar besar biasanya memakai sirkit anti breathing dengan menggunakan pin-EHT input yang terdapat pada IC Jungel. Pulsa dari flyback dihubungkan ke pin-EHT dan dihubungkan dengan bagian koreksi EW yang akan otomastis mengendalikan Hor-size dan Vert-size
 

Raster melengkung pada bagian kiri-kanan

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
Cacat yang nampak seperti gambar dibawah dapat terjadi pada CRT dengan sudut defleksi 110 derajad, CRT square-flat, CRT slim atau CRT Sony Trinitron 20 inch keatas. Cacat semacam ini dinamakan cacat Pin-cushion atau cacat bantal karena bentuk dimensi raster yang menyerupai gambar bantal. Orang kadang juga menamakan cacat EW (atau East-West) karena seperti pada gambar peta bagian yang cacat menunjukkan arah timur-barat.
Problem disebabkan karena “ketidak seragam-an” jarak antara penembak elektron ke arah permukaan layar. Layar pada bagian pojok-pojok gambar mempunyai jarak yang paling jauh, sehingga mengakibatkan defleksi horisontal jatuhnya pada layar menjadi “paling lebar” jika dibanding dengan gambar pada bagian tengah.
clip_image002gambar diambil dari PHILIPS Application note AN10294_1
Untuk memperbaiki cacat EW ini digunakan sirkit seperti nampak pada gambar blok diagram dibawah. Sirkit ini dinamakan sistim “Diode Modulator”. Tujuan dari sirkit ini adalah “mengurangi lebar tarikan” defleksi-horisontal pada bagian pojok-pojoknya yang menyimpang lebih jauh dibanding pada bagian tengah agar dihasilkan gambar yang lurus pada kiri-kanan layar.
Karena cacat merupakan lengkungan yang tidak merata – maka untuk mengurangi tarikan defeleksi horisontal perlu diberi sinyal yang bentuknya berupa pulsa-pulsa “parabol”
clip_image004gambar diambil dari PHILIPS Application Note AN10294_1
 
clip_image006
    Dengan EW modulator tarikan defeleksi horisontal pada bagian atas dan bawah layar dibuat lebih kecil dibanding pada bagian tengah layar, yaitu dengan cara memberikan sinyal parabol yang dibentuk dari sinyal dari vertikal-out
 
Dasar-dasar sirkit EW
Contoh.1 (gambar dibawah) merupakan sirkit paling dasar – dimana masih menggunakan all-transistor dan 2 buah VR trimer untuk adjustment secara manual. Sirkit terdiri dari bagian-bagian :
  1. Pembentuk sinyal parabola (V952) – sirkit ini mendapat sinyal masukan yang berbentuk gigi gergaji dari vertikal-out dan merubahnya menjadi sinyal yang berbentuk parabol.
  2. Penguat sinyal EW drive (V956), besarnya faktor penguatan bagian ini dapat diajust dengan RP952 untuk mengatur bentuk lengkungan parabol agar cacat lengkungan dapat diubah menjadi lurus.
  3. EW amplifier –merupakan sebuah transistor (atau kadang FET) jenis power untuk mendrive Diode Modulator. RP951 dipakai untuk mengatur tegangan bias dc untuk basis V956 dan digunakan untuk mengatur H.size
  4. Filter - yang terdiri dari sebuah R956, C958, dan L902.
  5. Dari L902 selanjutnya dihubungkan ke Diode Modulator - yang terdiri dari serial 2 buah Diode pada sirkit kolektor horisontal-out.
clip_image008
 
 
Contoh.2 (gambar dibawah) adalah sirkit EW yang menggunakan ic TDA8145.
  • Masih menggunakan VR trimer
  • Pin-2 mendapat pulsa dari vertikal out
  • R5 mendapat pulsa dari flyback
  • IC TDA8145 merupakan pembentuk parabola, penguat parabola dan juga sekaligus sebagai EW driver.
  • Adjustment menggunakan VR trimmer.
clip_image010
 
Contoh.3 (gambar dibawah) merupakan sirkit EW dengan kontrol lewat I2Cbus yang menggunakan ic vertikal-out TDA8350Q.
  • Pembentuk sinyal parabol ada di bagian ic pada ic vertikal
  • Kontrol EW dari ic jungel masuk dahulu ke pin-12 ic vertikal
  • Keluaran dari pin-12 kemudian digunakan untuk men-drive transistor EW amplifier Q301
  • Adjustment dilakukan melalui kontrol data I2Cbus (dengan service menu) dari ic jungel
  • Data adjustment disimpan pada memori (eeprom)
image 
 
Contoh.4 (gambar dibawah) merupakan  sirkit EW yang yang menggunakan ic jungel TDA8844
  • Pembentuk parabol ada dibagian ic jungel seperti contoh gambar dibawah.
image
  • Dengan teknologi ini, maka adjustment Vertikal dan Horisontal geometri dapat dilakukan lewat service - menu menggunakan remote kontrol
  • Sirkit pembentuk parabol ada didalam ic jungel
  • Kontrol adjustment EW di-outputkan lewat pin EW Out (contoh gambar pin-3)
  • Sinyal EW selanjutnya diinputkan ke EW drive dan EW amplifier seperti contoh gambar dibawah.
  • Data adjusment disimpan pada eeprom (memori)
clip_image016
 
 
Kerusakan sirkit pin-cushion  yang dapat terjadi adalah :
     
  • Transistor atau FET EW Amplifier short
  Raster melengkung dan H.size makin menyempit
  • Transistor atau FET power open (putus)
  Raster melengkung dan H.size makin melebar
  • Resistor filter dari diode modulator ke EW amplifier putus
  Raster melengkung dan H.size menyempit
  • Elko filter pada kolektor transistor EW amplifier kering
  EW tidak mau diadjust
  • Diode modulator (atas) short
  B+ short, transistor EW amplifier rusak
  • Diode Modulator (bawah) short
  Raster melengkung dan H.size menyempit
  • Kapasitor milar bagian atas nilai mengecil
  Transistor HOT rusak
  • Kapasitor milar bagian bawah nilai mengecil
  Transistor HOT rusak
  • Sirkit pembentuk parabola rusak
  Pin-cushion (kelengkungan) tidak mau diadjust
  • Eeprom rusak atau data korup
  Raster melengkung, blank
 
 
Adjustment EW.
  • Sirkit EW yang masih menggunakan VR trimer hanya mempunyai 2 macam adjustment, sehingga kadang hasilnya kurang optimal. Bagian pojok atas bawah kadang dijumpai masih cacat (sedikit agak bengkok).
  • Sirkit EW lewat I2Cbus (SDA/SCL) mempunyai beberapa macam adjustment dan hasilnya lebih sempurna dibanding dengan EW manual dengan VR trimer.
Berikut adalah contoh macam-macam adjustment EW lewat I2Cbus.
clip_image018
 
 

SAMSUNG LCD teve repair tips (part.1)


Dalam masalah repair LCD kami masih sangat minim pengalaman, disebabkan belum tentu ada repair masuk dalam sekali sebulan. Tetapi disini kami coba berikan beberapa pengalaman dari orang sono (orang luar maksud kami), yang kami kumpulkan dari internet. Semoga bermanfaat.
Service mode
· INFO, MENU, MUTE, POWER ON
Gambar lambat
  • Kerusakan LCD panel. Dengan cara menekan-nekan bagian pinggir atas layar kadang gambar dapat bagus.
  • Sering terjadi pada panel LTA320WT-L05
Warna tidak normal, gerakan lambat
Gambar negative/klise
  • Ganti eeprom
  • Reset eeprom
Gambar cacat setelah panas
  • Keruskan LCD panel
Separuh layar agak gelap
  • Kerusakan LCD panel
Raster gelap, backlight ok, suara normal
  • Cek fuse pada T-con board
  • T-con board rusak (coba diblower panas dulu)
Setelah ganti elko pada psu. Raster agak gelap, britnes dinaikkan gambar flicker, hanya noise tdk dapat di tuning.
  • Masuk service menu
  • Kemudian Reset-On
Saat pertama dihidupkan ada gangguan garis-2 horisontal, kadang freeze, kadang putih - lama-kelamaan gambar normal
  • Problem LCD panel
  • Problem loose kontak flatwire dg lcd panel (kalau ditekan-tekan dpt normal)
Gangguan seperti gambar lama sepertinya masih membekas
  • Ganti T-con
Warna puyeh (tidak normal)
  • Loose kontak antara T-con dengan LCD panel. Perbaiki konektor
  • Kerusakan T-con (salah satu jalur ke panel tidak kerja/tidak sambung)
  • Kerusakan LCD panel (salah satu jalur ke T-con tidak sambung)
Detail gambar tidak halus, tetapi seperti trotol-trotol bulat besar, hampir mirip mosaik
  • Masuk serive menu – Reset-on
  • Coba tambah adjustment Sub brite
Back light hidup-mati
  • Solderan umpan balik tranfo tegangan tinggi
Tidak ada gambar, Hanya blue screen dengan gangguan garis-garis horisontal pendek
  • Kabel LVDS loose kontak
Stand by
  • Ganti elko2 pada psu (penyebab kerusakan)
  • Ganti eeprom
Mati-hidup sendiri
  • Pastikan elko-2 power suply bagus
  • Masuk service mode
  • Parameter READY adjust “on”
Kadang mati sendiri
  • Coba ganti kadel LVDS
  • Hidup mati sendiri setelah melody bunyi
  • Coba lepas kabel LVDS dari T-con, Jika bisa hidup terus ganti T-con
  • Coba lepas kabel LVDS dari main-board, Jika bisa hidup terus ganti kabel LVDS
  • Tetap problem, main board rusak
Gangguan garis-2 vertikal tipis
  • T-con flatwire sedikit loose kontak
Kode kedip 4x
  • Kerusakan elko bagian sekunder psu
 

Kerusakan power-suply LCD teve


Power suply LCD menggunakan SMPS seperti pada pesawat teve tabung, tetapi umumnya terdiri dari 2 buah SMPS.
  1. Sub SMPS - menggunakan tranfo switching kecil digunakan untuk suply 5v/3.3v stand-by bagian mikrokontrol
  2. Main SMPS - sebagai suply utama tegangan-tegangan backlight modul (12v/24v), dan untuk sirkit bagian digital maupun analog (tergantung dari modelnya)
 
Main SMPS
  • Terutama pada tipe layar besar, umumnya diperlengkapi dengan sirkit PFC (Power Factor Correction) yang berfungsi untuk mengurangi pemakaian daya listrik yang diakibatkan oleh pergeseran phase. Perlu kita pahami bahwa LCD 32 inch ketas yang masih menggunakan back light semacam lampu neon mengkomsumsi listrik cukup besar (sekitar 200w)
  • Dikontrol hidup-mati oleh mikrokontrol.
  • Terdapat 2 buah photo-coupler. (1) Pertama seperti umumnya SMPS digunakan untuk umpan balik dari bagian sekunder ke bagian primer. (2) Kedua digunakan untuk kontrol hidup-mati
 
Kerusakan paling sering dijumpai pada sirkit power-suply LCD adalah elko pada bagian sekunder yang secara visual terlihat mengembung pada bagian atasnya sehingga nilai kapasitansi turun dan ESR naik. Kadang elko rusak tidak sampai mengembung, oleh karena itu sebaiknya elko-elko diperiksa dengan ESR meter.
Gejala-gejala kerusakan elko yang muncul umumnya adalah :
  • Pesawat tidak mau hidup, dan timbul suara tik...tik...tik dari bagian modul power suply.
  • Pesawat hidupnya lama.
  • Kalau teve dapat hidup timbul gangguan gambar seperti garis-garis vertikal atau gambar cacat. Gangguan gambar semacam ini dapat dikoreksi dengan cara mengganti eeprom atau melakukan RESET (default) lewat service mode.
gambar dibawah adalah contoh sirkit stand-by SMPS
clip_image002
 
Gambar dibawah adalah contoh sirkit Power Factor Correction (PFC)
  • Tegangan 300v dari diode bridge D9201 diinputkan ke tranfo switching L9201
  • Q92011 di-drive oleh ic PFC (tidak nampak pada gambar)
  • Outputnya merupakan tegangan dc 375v yang digunakan untuk memberikan suply pada sirkit SMPS
  • SMPS (tidak nampak pada gambar) merupakan sirkit seperti halnya pada teve CRT. Tapi disini tegangan input dc 375v diperoleh dari sirkit PFC.
clip_image004
  


Samsung TDA93xx/95xx harisontal mati sendiri atau ngencrit


Kasus aneh ini kami jumpai beberapa kali pada SAMSUNG yang menggunakan UOC TDA93xx/95xx, dan pernah juga beberapa kali dijumpai pada PANASONIC.
Kenapa kami katakan aneh? Sebab kami sepertinya tidak pernah menemukan penyebab atau part yang rusak.

Kasus muncul dengan gejala yang berbeda, tetapi cara penyelesaiannya sama. Gejala tersebut adalah :
  • Horisontal bekerja sebentar (nyembur) kemudian terus mati sendiri.
  • Pesawat hidup dengan gambar seperti horisontal mau roboh, ada suara berderik dari flybak.
  • Pesawat dihidupkan langsung ada suara berderik, kalau dibiarkan terus ada kemungkinan transistor HOT rusak
  • Dari ketiga kasus tersebut diatas – TP18 kalau di cek pakai osiloskop bentuk pulsa-pulsanya cacat tidak seperti gambar dibawah.
  • Dari ketiga gejala tersebut diatas - kalau pin-34 (FBISO) di open, pesawat dapat hidup normal tetapi gambar jadi bergeser kekiri.
clip_image002                clip_image004
 image
SOLUSI :
  • Pertama coba ganti kapasitor milar 680pf/2kv yang terdapat pada kolektor transistor horisontal (kapasitor untuk sirkit Hor.AFC)
  • kalau tetap problem coba-coba dengan memperbesar nilai resistor R250 dengan nilai 5k hingga 100k. Dicoba dengan nilai yang paling kecil dahulu, dan kalau tetap problem diperbesar.
 
Dari cerita kasus diatas :
  • Pertama kami menduga ic TDA rusak, tetapi setelah coba diganti hasilnya tetap sama. Ic yang diduga rusak dipasang pada pesawat lain yang sama tidak masalah.
  • Part-part pada jalur pulsa S-CASTEL dari Horisontal-out ke pin-34 kami teliti berulang kali, tidak ada satupun part yang nilainya berubah.
 
 
Kami coba cari jawaban dari kasus diatas dengan membaca “datasheet TDA93xx/95xx”. Pada salah satu penjelasannya tertulis seperti dibawah ini.

clip_image006
  • TDA93xx/95xx mempunyai dua macam protek horisontal
  • Pertama adalah protektor PH2 (second phase detector). Pin-34 adalah merupakan pulsa input yang diperlukan untuk sirkit PH2.
  • Kedua pin-36 (EHTO input). Tegangan pada pin ini normal sekitar 2v. Jika tegangan naik hingga 5v, maka horisontal akan protek. Biasanya digunakan sebagi input X-ray protektor


*****

Horisontal kurang lebar kiri-kanan

(merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
Beberapa versi cara mengatasai raster kurang lebar kiri-kanan pada teve normal yang tidak menggunakan sirkit EW (pin-cushion).
Ada beberapa penyebab yang dapat membuat raster sedikit kurang lebar.
  • Adjustment tegangan B+ belum pas. Oleh karena itu adjust dengan benar sebelum melakukan perbaikan lainnya.
  • Sehabis ganti def yoke, terutama jika diganti bukan ori
  • Sehabis ganti flyback, terutama jika flyback pengganti bukan ori
  • Sehabis ganti CRT
  • Kerusakan kapasitor resonant (nilai kapasitansi berubah menjadi lebih kecil)
  • Memasang mesin china pada CRT lain
 
1. Dengan menambah kapasitor milar
  • Cara ini yang biasa kami lakukan jika hanya kurang lebar sedikit
  • Sediakan kapasitor dengan nilai 332 atau 442 tegangan 1600v
  • Pasang paralel dengan kapasitor resonan yang lokasinya pada kolektor transistor horisontal dengan ground.
  • Jika hasilnya masih kurang lebar - nilai kapasitor dapat ditambah, dan jika terlalu lebar - nilai dikurangi
Cara ini mengakibatkan tegangan heater menjadi sedikit drops (juga tegangan keluaran dari flyback lainnya) dan lebar vertikal berubah. Oleh karena itu perlu re-adjustment vertikal size.
Catatan :
  • Jangan mengurangi nilai kapasitor resonan untuk mengatasi raster yang terlalu lebar.
  • Karena akan mengakibatkan tegangan heater maupun tegangan keluaran flyback lainnya seperti tegangan high voltage anode juga naik. Dapat mengakibatkan transistor horisontal panas atau jebol, bahkan CRT rusak
 
2. Dengan memasang tranfo yoke
  • Jenis tranfo ini banyak dijual oleh toko yang menyediakan mesin china.
  • Cara ini dapat digunakan jika kurang lebar cukup banyak
  • Prinsip kerjanya mirip sebagai tranfo step-up (dapat dibaca pada buku petunjuk yang disediakan)
  • Kelebihan dengan tranfo yoke kita dapat menambah maupun mengurangi lebar raster kiri-kanan.
Pengamatan kami dengan pemakaian tranfo yoke, dapat mengakibatkan problem pada horisontal linear. Bahu kiri-kanan penyiar nampak menjadi kurang simetri
 
3. Dengan penambahan lilitan pada ferit flybak.
  • Putus salah satu kabel yoke horisontal (pada solderan def yoke).
  • Lilitkan kabel tersebut di ferit yg ada di flyback (3 atau 4 lilitan dulu)
  • Ujung kabel sambungkan lagi ke yoke.
  • Tes apa perubahanya. Kalau melebar berarti arah gulungan sudah benar. Kalau tambah menyempit berarati gulungnya salah arah.
  • Kalau arah gulungan sudah benar, tetapi masih kurang lebar maka tambah lilitan (dan sebaliknya kurangi lilitan jika terlalu lebar)
 
  

Tanda-tanda flyback rusak


Tanda-tanda kerusakan tranfo flyback antara lain dapat ditunjukkan dengan :
  • Transistor HOT rusak short, dan jika diganti baru akan rusak lagi
  • Bodi flyback ada bagian yang mengelembung, warna bodi berubah, ada lubang kecil yang kadang keluar semacam lelehan, bodi ada retakan
  • Resistor pada sirkit bagian ABL ada yang terbakar. Kalaupun masih dapat hidup normal, hal ini umumnya menunjukkan flyback sudah akan rusak. Biasanya tidak lama kemudian flyback akan rusak.
  • Kapasitor (200v) pada pin-ABL flyback short ke ground
  • Keluar loncatan api dari bagian tertentu atau antar kaki pin-pinnya.
  • Tegangan tinggi anode, fokus, screen tidak keluar, tetapi tegangan rendah lainnya keluar.
  • Jika diukur dengan ohm meter( dengan X10K) ada kebocoran antara anode cap dengan kaki pin-yang ke ground flyback.
  • Jika diukur dengan ohm meter ada hubungan antara kumparan bagian primer dengan bagian sekunder.
 
************************

Flyback untuk pembangkit tegangan anode dan fungsi lainnya

(merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
 
Flyback  sebagai pembangkit tegangan tinggi anode CRT (High Voltage)
  • Pulsa horisontal digunakan untuk mengendalikan agar sinar elektron melakukan penyapuan gambar secara horisontal dari bagian kiri layar ke bagian kanan. Kemudian dengan kecepatan tinggi pulsa horisontal akan mengembalikan sinar elektron kebagian kiri layar untuk memulai mengulang penyapuan garis horisontal berikutnya lagi.
  • Pulsa pengembalian sinar elektron agar kembali ke bagian kiri layar ini dinamakan "pulsa horisontal retrace". Pulsa-pulsa inilah yang dimanfaatkan untuk membangkitkan tegangan tinggi anode dengan cara memasang sebuah tranfo pada bagian horisontal-output. Oleh karena itu tranfo ini dinamakan tranfo flyback.
  • Arus pulsa horisontal retrace yang berubah dengan sangat cepat pada bagian primer flyback mampu menginduksikan tegangan tinggi (HV) pada kumparan sekunder sekitar 25 hingga 30Kv ac. Dan menggunakan diode tegangan ini disearahkan menjadi tegangan dc. Sebagai filter tegangan tinggi adalah lapisan aquadaq pada tabung CRT.
  • VR atau potensio sebagai pembagi tegangan tinggi dipasang didalam bodi flyback guna mendapatkan tegangan tinggi untuk Fokus sekitar 6Kv dan tegangan Screen sekitar 500v. Kecuali itu flyback juga digunakan untuk menghasilkan tegangan-tegangan rendah lainnya seperti untuk suply bagian vertikal, heater dan 180v untuk video drive, dan tegangan lain misalnya untuk bagian sirkit video atau bagian audio (suara).
 
TV Sony yang menggunakan tabung Trinitron membutuhkan tegangan screen sekitar 400 ~ 800v. Tegangan screen bukan diperoleh dari tranfo flyback, tetapi diperoleh dengan cara menyearahkan pulsa-pulsa horisontal dengan cara memasang sebuah diode pada kolektor transistor HOT.
 
Alasan mengapa pembangkit tegangan tinggi menggunakan flyback?
Besarnya frekwensi pulsa horisontal adalah sekitar 15khz. Keuntungan dengan penggunaan  frekwensi tinggi untuk membangkitkan tegangan tinggi ialah bahwa jumlah lilitan tranfo untuk menaikkan tegangan yang dibutuhkan relatip tidak sebanyak jika dibanding menggunakan tranfo konvensionil seperti yang dipakai pada listrik ac dengan frekwensi 50Hz (tranfo adaptor). Jika menggunakan trafo seperti yang digunakan pada adaptor, tentu akan lebih banyak membutuhkan gulungan, memakan tempat, dan berat. Karena bekerja pada frekwensi tinggi, maka inti tranfo flyback menggunakan bahan dari ferit
 
Blooming dan breathing
  • Sebagai penyearah tegangan tinggi HV digunakan deretan diode yang diseri, sehingga mengakibatkan mempunyai resistansi internal yang relatip tinggi. Perubahan arus yang kecil dapat mengakibatkan tegangan tinggi drops.
  • Tegangan tinggi drops akan menyebabkan sinar elektron kecepatannya menurun dan lebih mudah dibengkokkan oleh def yoke, sehingga akibatnya raster akan mengembang arah horisontal dan vertikal (istilahnya blooming....). Akibatnya jika kontras atau britnes gambar berubah-ubah dapat menimbulan gangguan raster kembang-kempis (istilahnya breathing.....).
  • Pada TV yang sederhana untuk mengkoreksi cacat breathing biasanya dipasang sebuah resistor 1 hingga 3 ohm 2 watt pada jalur B+ . Jika kontras atau britnes gambar bertambah akibatnya arus B+ akan bertambah dan mengakibatkan tegangan drops pada resistor bertambah besar (tegangan drops V = I x R). Akibatnya tegangan ke horisontal output akan drops dan defleksi horisontal juga drops sehingga raster tidak jadi mengembang.
  • TV layar besar biasanya memakai sirkit anti breathing dengan menggunakan pin-EHT input yang terdapat pada IC Jungel. Pulsa dari flyback dihubungkan ke pin-EHT dan dihubungkan dengan bagian koreksi EW yang akan otomastis mengendalikan Hor-size dan Vert-size
 
Pulsa-pulsa dari tranfo flyback diberikan ke sirkit bagian lain dengan fungsi untuk :
  • Pulsa diberikan ke IC Mikrokontrol sebagai pulsa Hor Sync, dimana bersama pulsa Vert Sync dari bagian vertikal-out dipakai untuk keperluan pembangkit karakter OSD (On Screen Display). Jika pulsa ini terputus maka akan menyebabkan OSD tidak muncul.
  • Pulsa diberikan ke ic Jungel /Video Chroma berfungsi untuk pulsa blangking, pembangkit sinyal sand-castle, pemroses warna dan sebagai pulsa untuk Horisontal AFC.2. Jika pulsa ini terputus dapat menyebabkan raster blank dan OSD tidak muncul, atau gambar sedikit bergeser kekiri sehingga nampak ada blok hitam pada bagian kanan layar.
  • Pada beberapa model TV lama (juga pada monitor komputer) pulsa dari flyback dipakai untuk sinkronisasi ke bagian SMPS (Switch Mode Power Supply). Berfungsi untuk menghilangkan gangguan frekwensi SMPS terhadap gambar. Jika pulsa ini terputus dapat menyebabkan problem seperti, power suply ada ngerik, power suply tidak kerja, back ground gambar ada gangguan seperti serat kayu.
 
********************************
Lapisan aquadaq adalah lapisan konduktor berwarna hitam yang ada dibagian luar kaca tabubg CRT. Lapisan ini membentuk semacam kondensator dengan lapisan anode yang ada didalam CRT. Oleh karena itu aquadaq harus selalu disambung ke ground dengan baik.

Penyebab transistor horisontal langsung jebol

(merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
 
Kemungkinan para teknisi pernah punya pengalaman seperti ini.
Ketika mengganti transistor HOT, maka transistor tersebut rusak short kembali dalam hitungan detik ketika dicoba hidupkan.
Penyebab transistor HOT langsung rusak seketika saat teve dihidupkan adalah :
  1. Kapasitor resonan yang terdapat pada kolektor transistor HOT nilainya mengecil atau solderan lepas (tegangan kerja umumnya 1600v). Cek nilai kapasitor dengan kapasitor-meter untuk memastikan apakah nilai berubah.
  2. Flyback rusak karena kumparan bagian primer short
  3. Def yoke terbakar berat sehingga short
  4. Tegangan B+ terlalu tinggi (misalnya 200v atau lebih), disebabakan kerusakan bagaian power suply.
  5. Osilator horisontal frekwensi berubah (misalnya karena X-tal 503 rusak)
 
Kenapa kapasitor resonan yang nilainya mengecil dapat merusak trasistor HOT ?
Coba lakukan percobaan seperti ini :
  • Cari tranfo power suply yang dipakai untuk amplifier atau radio/tape/DVD compo import (bukan lokal) yang masih bagus
  • Ambil ohm-meter dan set pada posisi x-1
  • Pegang probe merah dan probe hitam pada bagian logam-kontaknya, masing-masing dengan tangan kiri dan tangan kanan (bukan dipegang plastiknya)
  • Tempel sebentar kedua probe tersebut pada ac input 220v tranfo dengan jari tetap menempel pada ujung logam probe meter, seperti saat memeriksa dengan ohm meter
  • Lepaskan probe dari tranfo.
  • Pada saat melepaskan kontak probe – maka akan dapat dirasakan adanya kejutan atau sengatan listrik yang kecil.
  • Dari mana asalnya tegangan kejutan ini, karena kita tahu bahwa avo meter hanya menggunakan tegangan bateri 3v?
Pada semua induktor (kumparan) yang dilalui arus dc kemudian diputus, maka arus dengan tiba-tiba akan menghilang. Arus yang menghilang dengan tiba-tiba dengan waktu yang sangat singkat ini akan membangkitkan tegangan kejut yang waktunya sangat pendek yang dinamakan tegangan “induksi diri” (self induction")  pada kumparan itu sendiri. Tegangan induksi ini besarnya dapat beberapa puluh kali lipat tegangan dc asalnya. Tergangan induksi diri inilah yang menyebabkan adanya kejutan saat kita mengukur tranfo power.
Demikian juga yang terjadi pada kumparan bagian primer tranfo flyback. Tranfo ini dilalui arus yang berbentuk pulsa-pulsa on-off secara berulang dengan frekwensi tinggi yang dapat menghasilkan tegangan induksi diri hingga puluhan ribu volt.
Kapasitor resonan digunakan untuk "meredam" tegangan induksi diri yang tinggi ini dengan cara tegangan tersebut akan diserap untuk mengisi kapasitor tersebut.
Oleh karena itu jika kapasitor resonan sampai lepas solderannya atau nilainya turun, maka tegangan induksi diri dari flyback tersebut tidak ada yang meredam. Tegangan kejut puluhan ribu volt akan diterima oleh kolektor transistor HOT hingga menyebabkan transistor mati seketika, karena tidak tahan.
Apa akibatnya jika kapsitor resonan rusak, tetapi transistor HOT masih tahan.
Jika kapasitor resonan rusak, tetapi transistor HOT masih tahan bekerja hingga beberapa puluh detik saja , maka kemungkinan dapat menyebabkan :
  • Tegangan keluaran dari flyback, seperti heater, screen, tegangan anoda dll akan naik semua.
  • Jika model menggunakan X-ray protektor maka protektor akan aktip bekerja
  • Raster sedikit menyempit kiri-kanan
  • Terjadi loncatan internal tegangan tinggi didalam flyback yang dapat merusak flyback itu sendiri, atau merusak kapasitor tegangan tinggi internal yang ada didalam flyback.
  • Ada kemungkinan merusak tabung CRT (timbul loncatan api didalamnya)
 
Mengapa flyback yang short pada kumparan primer menyebabkan transistor HOR rusak ?
Pada kondisi normal saat transistor HOT pada kondisi “on” maka arus yang melalui transistor besarnya akan dibatasi oleh "reaktansi induktif"  kumparan primer flyback. Jika kumparan primer flyback short, maka tidak ada lagi yang membatasi arus ini, sehingga transistor HOT dapat mati seketika karena over current.
Kerusakan flyback pada bagian kumparan sekunder, diode tegangan tinggi atau kerusakan kumparan def yoke horisontal juga dapat merusakan transistor HOT, tetapi umumnya tidak meyebabkan mati seketika.
 

Memahami bagian-2 sirkit Horisontal-out

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)
Jalur utama pulsa horisontal adalah dari kolektor transistor HOT >>def yoke >> kumparan linearity >> kapasitor “S” >> ground.
Mengenal nama-nama part pada bagian horisontal-out (lihat gambar dibawah)
  • Kapasitor resonan (nama lain adalah kapasitor safety, damper) yaitu kapasitor milar yang umumnya mempunyai tegangan kerja 1600v (tidak nampak pada gambar)
  • Kapasitor “S” ( S curve correction) yaitu kapasitor milar yang umunya mempunyai nilai sekitar 304 dengan tegangan kerja sekitar 200 hingga 400v. Dipasang secara seri dengan def yoke dan coil linearity (contoh gambar CR406S)
  • Kumparan Linearity horisontal , merupakan kumparan yang dipasang secara serial dengan def yoke dan kapasitor S (contoh gambar LR402S)
  • Sirkit “Kink” correction (koreksi cacat cross-hatch) terdiri dari sebuah dengan tegangan 160v~250v, sebuah diode dan sebuah resistor. Sirkit dipasang paralel dengan kapasitor S (contoh gambar C407, R407, D401)
  • Sirkit ‘M” correction yang terdiri dari coil dan kapasitor yang dipasang paralel pada kapasitor S sama seperti halnya sirkit “kink” correction (contoh gambar L408 dan C823)
clip_image002Gambar adalah contoh bagian dari skema Samsung

I.Kapasitor Resonan
Fungsi
  • Meredam tegangan induksi diri yang sangat tinggi sekali yang terjadi pada flyback
Jika rusak sehingga nilai mengecil atau solderan lepas
  • Akan mengakibatkan tegangan induksi diri pada flyback sangat tinggi dan menyebabkan transistor HOT short kolektor-emitor
  • Tegangan keluaran HV dari flyback akan naiksangat tinggi (hingga 50 Kv atau lebih). Pada kasus tertentu hal ini dapat menyebabkan CRT rusak
Jika nilai diperbesar
  • Raster akan melebar arah kiri-kanan
  • Tegangan keluaran dari flyback seperti misalnya tegangan heater, tegangan tinggi HV, akan drops
Jika nilai sedikit menurun atau diperkecil
  • Raster akan menyempit pada bgaian kiri-kanan.
  • Tegangan keluaran dari flyback akan naik semua, seperti tegangan heater.
  • Tegangan tinggi HV yang naik sehingga melebihi spesifikasi. dan dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan CRT rusak
  • Dapat memicu X-ray protektor aktip bekerja.
II.Kapasitor “S”
Fungsi
  • Memperbaiki cacat “S”. Yaitu cacat dimana gambar pada bagian kiri-kanan layar menjadi lebih renggang dibanding gambar pada bagian tengah layar.
  • Jika rusak - Harus diganti dengan nilai yang sama.
  • Cacat “S” hanya bisa diamati jika gambar menampilkan patern cross-hatch (kotak-kotak)
Jika rusak sehingga mengecil atau nilai nol atau solderan lepas
  • Menyebabkan jalur pulsa horisontal buntu, sehingga berpindah akan melalui sirkit “kink correction”. Menyebabkan elko pada sirkit “kink” correction meletus dan resistor terbakar
  • Raster akan menyala satu garis tegak lurus dibagian tengah layar
  • Pada teve model tertentu seperti SONY – menyebabkan semua tegangan keluaran dari flyback drops menjadi sangat kecil – raster gelap – sehingga kadang teknisi terjebak disangka problem pada bagian horisontal out atau flyback rusak.
Jika diganti dengan nilai yang tidak sama (lebih besar atau kecil)
  • Jika dilihat sepintas  gambar nampak seperti normal-normal saja. Kalau dicek dengan patern akan nampak cacat “S”. Cacat kadang juga dapat dilihat saat ada gambar teks berjalan.
III.Coil linearity
Fungsi
  • Memperbaiki cacat horisontal linearity. Yaitu cacat dimana gambar pada bagian kanan layar seperti dikompres.
  • Jika rusak (terbakar) harus diganti dengan nilai (mH) yang sama.
  • Mempunyai polaritas seperti elko – pemasangan tidak boleh terbalik. Pada bagian part maupun board biasanya sudah diberi tanda. Kalau terbalik cacat akan nampak bertambah parah.
Jika terbakar atau dishort langsung
  • Dilihat sepintas gambar normal-normal saja. Tetapi kalu dicek pakai patern akan terlihat cacat tersebut. Cacat kadang juga dapat dilihat saat ada gambar teks berjalan. Bahu kiri-kanan penyiar nampak tidak simetris
IV. Sirkit “kink” correction
Fungsi
  • Memperbaiki cacat cross-hatch, dimana jika gambar menampilkan garis tegak vertikal silang dengan garis horisontal, maka akan timbul cacat seperti cacing pada bagian garis tegak vertikal
Jika salah satu part ada yang rusak atau tidak dipasang
  • Secara sepintas gambar seperti normal-normal saja. Cacat akan timbul jika layar menampilkan gambar yang ada garis silangnya.
V.Sirkit “M” correction
Fungsi
  • Fungsi hampir miirip dengan fungsi kapasitor “S”
Jika part ada yang rusak atau tidak dipasang
  • Secara sepintas tidak nampak problem pada gambar.
VI. Def yoke (horisontal)
Fungsi
  • Mengontrol sinar elektron untuk melakukan scanning dari arah kiri ke kanan layar
Jika rusak short
  • Kalau kerusakan masih ringan – raster akan nampak berbentuk seperti trapesium (bagian pinggir kiri-kanan miring)
  • Menyebabkan kumparan terbakar/berasap
  • Menyebabkan tegangan B+ drops, tegangan keluaran flyback drops.
  • Kerusakan cukup parah dapat menyebabkan transistor HOT rusak
Salah satu kumparan putus
  • Def Yoke horisontal umunya terdiri dari 2 buah kumparan yang dipasang secara paralel. Jika salah satu putus maka raster akan menyempit secara horisontal dan membentuk seperti trapesium.
Kalau diganti dengan tipe yang berbeda
  • Dapat menyebabkan konvergen dinamis problem. Yaitu garis putih pada bagian pinggir-pinggir layar pecah menjadi tiga garis RGB
Jika diganti dengan impedansi (ohm) yang lebih rendah
  • Raster cenderung akan melebar kiri-kanan
  • Tegangan keluaran dari flyback akan naik.
  • Karena itu perlu dilakukan penyesuaian nilai resistor heater (diperbesar) agar tegangan heatar tidak melonjak. Tegangan heater yang naik dapat menyebabkan umur pemakaian CRT lebih pendek
  • Jika impedansi pengganti terlalu rendah dapat menyebabkan transistor HOT panas atau jebol, disebabkan karena tegangan dari flyback menjadi naik sangat tinggi.
  • Pada kasus tertentu dapat menyebabkan CRT rusak, karena tegangan tinggi HV naik sangat tinggi (hal ini sering terjadi pada SAMSUNG)
Jika diganti dengan impedansi (ohm) yang lebih besar
  • Raster cenderung akan menyempit kiri-kanan – dapat dikoreksi dengan memperbesar nilai kapasitor resonance atau penggunaan tranfo-yoke (step-up)
  • Tegangan keluaran dari flyback cenderung akan menurun.
  • Tegangan heater drops sehingga gambar menjadi redup.
 
clip_image004
Cacat kink atau cacat cross hatch, jika menampilkan garis silang (cross) maka garis vertikal akan menjadi bengkok seperti pada contoh gambar (gambar dari Toshiba training manual)


                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
Gambar cacat “S”. Disini nampak gambar pada samping kiri-kanan lebih renggang dibanding gambar pada tengah layar

                   
                   
                   
                   
                   
                   
Cacat horisontal linear. Disini gambar pada bagian kanan layar nampak lebih rapat dibanding gambar pada bagian kiri layar.   

Penyebab transistor Horisontal panas atau sering rusak

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

KASUS :
  • Transistor HOT panas.
  • Atau transistor HOT rusak lagi.setelah pesawat dipakai beberapa hari
 
Dan dibawah ini adalah beberapa catatan yang kami miliki sebagai penyebab kasus tersebut
(1) Semua tegangan di cek normal.
  • Penyebab ini paling sering terjadi. Elko deccoupling filter suply Vcc pada bagian primer tranfo horisontal drive nilai mengecil atau kering (contoh gambar C408). Hal ini menyebabkan transistor HOT “under drive”.
  • Transistor HOT cara kerjanya mirip sebagai switch yang bekerja on-off dengan frekwesi tinggi. Idealnya pada saat “on” resistansi antara kolektor-emitor adalah mendekati nol ohm, dimana syaratnya untuk memenuhi hal ini adalah “level sinyal drive” harus mencukupi.
    Jika level sinyal drive kurang akibatnya transistor tidak dapat “on” sepenuhnya. Ada semacam resistansi atau "tahanan semu" antara kolektor-emitor. Akibatnya akan timbul panas dari tahanan semu ini ketika dilalui oleh arus kolektor sebesar Watt = I x R. Makin besar nilai tahanan semu, maka makin panas suhu transistor horisontal
clip_image002
 
(2) Pada model-model tertentu seperti SAMSUNG atau JVC.
  • Suply tegangan Vcc untuk bagian horisontal-drive ada 2 macam.
  • Saat start pertama teve dihidupkan - suply diberikan dari tranfo switching (contoh gambar bawah tegangan A+ 13.5v)
  • Kemudian saat pesawat sudah hidup - suply selanjutnya ganti diberikan dari tranfo flyback yang mempunyai tegangannya sedikit lebih besar dari tegangan saat start (contoh gambar B+ 16.5v)
  • Kerusakan pada sirkit yang mensuply Vcc dari flyback dapat menyebabkan under drive.
  • Kerusakan dapat disebabkan ada resistor yang putus, atau diode rusak.  Diode ini (contoh D303) kadang diperiksa dengan ohm meter nampaknya bagus, tetapi kalau dipasang akan menyebabkan tegangannya drops
clip_image004
 
(3) Penyebab kemungkinan lain yang bisa terjadi :
  • Tegangan suply untuk horisontal-driver drops. Dapat disebabkan karena ada resistor nilai molor (atau pernah diganti dengan nilai yang berbeda)
  • Gulungan pada tranfo horisontal-drive ada yang sedikit short
  • Kumparan def yoke bagian horisontal ada yang sedikit short/terbakar . Atau def yoke pernah diganti dengan impedasi yang lebih rendahh.
 
Cara menguji apakah transistor horisontal terlalu panas (overheat) secara sedehana :
  • Tempelkan jari telunjuk pada bodi transistor (hati-hati melakukannya).
  • Jika jari telunjuk tahan menempel hingga agak lama, berarti suhu adalah normal.
 
  

Bagian Defleksi Horisontal

Fungsi dari sirkit Defleksi Horisontal

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
Fungsi sirkit bagian defleksi horisontal :
1. Fungsi utama bagian defleksi horisontal adalah membangkitkan pulsa-pulsa untuk diumpankan ke kumparan defleksi horisontal. Pulsa-pulsa ini menyebabkan arus yang melalui kumparan berbentuk gigi gergaji dan digunakan untuk mengendalikan sinar elektron tabung gambar agar melakukan penyapuan (scanning) dari bagian kiri kearah bagian kanan layar secara berulang. Tegangan pulsa-pulsa diumpankan langsung dari kolektor transistor HOT ke kumparan def yoke.
2. Fungsi kedua adalah untuk membangkitkan tegangan tinggi (High Voltage) untuk anode tabung gambar (CRT). Setelah pulsa selesai melakukan penyapuan gambar satu garis horisontal dari kiri ke bagian kanan layar maka sinar elektron dengan cepat dikembali lagi ke bagian kiri layar untuk memulai lagi penyapuan garis horisontal berikutnya. Pulsa yang mengendalikan agar sinar elektron kembali lagi dengan cepat ke bagian kiri layar dinamakan "pulsa horisontal retrace". Pulsa ini dimanfaatkan untuk membangkitkan tegangan tinggi HV dengan cara memasang tranfo pada bagian horisontal output. Oleh karena itu tranfo ini dinamakan “flyback”.
Gambar dibawah merupakan contoh bentuk pulsa-pulsa pada bagian horisontal out bila diperiksa menggunakan osiloskop
image
 
Istilah lain untuk yang sering digunakan untuk menyebut trafo flyback :
  • HVT, High Voltage Transformer
  • FBT, Flyback Transformer
  • LOPT, Line Output Transformer
 
Berapakah besarnya frekwensi horisontal ?
  • Jika teve bekerja pada sistim PAL frekwensi horisontal adalah 15.625 Hz per detik
  • Jika bekerja pada sistim NTSC maka frekwensinya adalah 15.750 Hz per detik
 
Kamus :
  • HOT atau Horisontal Output Transistor
  • Frekwensi, banyaknya jumlah getaran pulsa pada setiap detik
  • Scanning, penyapuan sinar elektron ke seluruh bidang gambar layar tabung gambar. Sinar elektron sebenarnya hanya berupa sebuah titik kecil. Sinar ini digerakkan dengan kecepatan sangat tinggi agar melakukan penyapuan keseluruh layar, sehingga kita bisa melihat titik tersebut sebagai bidang gambar
  

Thursday, November 17, 2011


Macam-macam penyebab Raster BLANK

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)
Yang dimaksud dengan raster blank ialah kerusakan dengan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Raster gelap
  • OSD tidak muncul
  • Jika tegangan screen dinaikkan,  raster akan menyala disertai dengan garis-garis blangking putih
  • Pada pin-R,G,B-out ic jungel tidak ada tegangannya semua (normal sekitar 2 ~ 3v)
 
Menurut pengalaman kami hal dapat disebabkan karena bermacam-macam problem. Setiap model belum tentu sama penyebabnya.  Dibawah ini adalah catatan kami tentang problem-problem yang kemungkinan dapat menyebabkan raster blank.
  • Tidak ada pulsa FBP dari flyback ke ic jungel. Disebabkan karena jalur pulsa dari pin-AFT tranfo flyback putus. Sering dijumpai disebabkan karena printed pada pin-AFT flyback retak.
  • Problem pada sirkit ABL Periksa part-part pada sirkit ABL mulai dari ic chroma sehingga pin-ABL flyback. Dapat disebabkan misalnya karena diode short, resistor putus, atau kapasitor short.
  • Jalur SDA atau SCL dari mikrokontrol ke ic jungel terputus atau short
  • EEPROM rusak atau data EEPROM korup. Biasanya disertai vertikal yang menyempit
  • Pulsa sinkronisasi vertikal (VS) dari ic vertikal-out ke mikrokontrol  terputus. Dapat disebabkan karena jalur putus atau transistor bufer rusak atau kerusakan bagian Pump-up IC Vertikal-out
  • Mikrokontrol belum bekerja. Periksa tegangan suply 5v, x-tal, dan Reset
  • Tidak ada suply tegangan Vcc untuk bagian Video/Chroma  ic jungel
  • IC jungel rusak
 
Pesawat yang menggunakan sirkit IK (atau AKB) seperti misalnya TDA9381 kecuali problem diatas, maka dapat disebabkan :
  • Salah adjustment tegangan screen (kurang atau over)
  • Bagian vertikal belum bekerja
  • Ada kerusakan part pada pcb CRT soket sehingga jalur umpan balik pulsa IK ke ic jungel terputus.
  • Salah satu jalur sirkit RGB drive dari ic jungel tidak fungsi karena kerusakan part.
  • Salah satu Katode CRT lemah.
  • Tidak ada tegangan suply 180v ke video-driver pada pcb CRT soket
  • Tegangan Heater kurang
 
Lain-lain penyebab :
  • Sharp - tidak ada tegangan pada pin-AC Det Mikrokontrol. Lacak tegangan yang berasal dari tranfo switching
  • TA8690 – tidak ada tegangan pada pin-54 (OSD brit) atau pin-15.  Periksa komponen pada pin tersebut
  • LA76810/76818 – tidak ada tegangan suply Vcc pada pin-18 atau tidak ada pulsa V Sync dari ic vertikal out ke Mikrokontrol
  • TDA8366 – Tidak ada pulsa FBP dari flyback ke pin-39.  Atau pulsa SSC-out dari pin-37 short disebabkan kerusakan ic delay line (TDA4661/4665)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar